Senin, 07 Oktober 2019

Deteksi Dini Zika pada Pasien Demam

Jakarta- Pemerintah sebaiknya tak hanya mencegah masuknya virus zika dari negara lain, tetapi juga mendeteksi penyebaran virus itu di dalam negeri.
Hal ini karena zika sudah ditemukan di Jambi beberapa waktu lalu. Untuk itu, deteksi dini dengan cara memeriksa pasien demam di fasilitas kesehatan perlu dilakukan.

Secara teknologi ataupun sumber daya manusia, Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, memiliki kemampuan mendeteksi keberadaan zola. "Kami siap jika diminta periksa zika," kata Deputi Direktur Lembaga Eijkman Herawati Sudoyo di Jakarta, Rabu (31/8), menyikapi penyebaran virus zika  di Singapura. Hingga kini 82 orang di Singapura dilaporkan terinfeksi virus zika.

Herawati menyarankan deteksi dini zika dilakukan secara luas untuk mengetahui sebaran virus itu di Indonesia, terutama pada pasien demam. "zika sudah ditemukan di Indonesia," ujarnya.

Keberadaan virus zika di Indonesia pertama kali ditemukan Lembaga Eijkman saat memeriksa 261 sampel darah pasien demam dari Kota Jambi. Pada Desember 2014-April 2015 terjadi kejadian luar biasa demam berdarah dengue (DBD) di Jambi.

Dari total sampel yang diduga kena dengue itu, ada satu sampel positif terinfeksi virus zika. Menurut riwayat perjalanan pasien, ia tak pernah ke luar negeri atau daerah lain.

Peneliti Emerging Virus Research Unit Lembaga Eijkman, Frilasita Yudhaputri, menambahkan, sejak menemukan virus zika di Jambi, Lembaga Eijkman bekerja sama dengan Pemerintah Kota Jambi melaksanakan riset lanjutan. Belum ditemukan lagi virus zika. "Ada lebih dari 1.000 sampel," ujarnya.

Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kementerian Kesehatan Elizabeth Jane Soepardi menjelaskan, virus zika yang ditemukan di Indonesia adalah tipe Asia.

Virus zika yang menyebar di Brasil merupakan virus zika tipe Asia yang diduga bermutasi jadi ganas sehingga infeksi zika pada ibu hamil bisa menyebabkan anak yang dilahirkan mikrosefalus atau ukuran kepala bayi kecil.

Makin dekat

Menurut Jane, penyebaran zika di Singapura berawal dari warga setempat yang baru kembali dari Brasil. Jadi, virus zika dari Brasil yang ganas itu kian dekat dengan Indonesia.

Infeksi zika tak menunjukkan gejala khas, mirip gejala DBD. Gejala yang muncul, demam mendadak, ruam kemerahan di kulit, nyeri otot dan sendi, mata merah, pusing, serta lemas.

Upaya pencegahan penyebaran zika sama dengan pencegahan DBD, yakni membasmi sarang nyamuk dengan menguras penyimpanan air dan mengubur atau menutup wadah yang bisa menampung air. Pengasapan efektif saat malam ketika angin tak kencang. "Hindari gigitan nyamuk," ucapnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar