Rabu, 09 Agustus 2017

Korban Diduga Salah Eksekusi Demo PN Dumai

Dumai - Pengadilan Negeri (PN) Klas 1A Jalan Raya Bukit Datuk, Kecamatan Dumai Selatan, Kota Dumai, didatangi puluhan massa dan LSM. Warga Dumai ini menuntut keadilan dan menuding terjadi kesalahan eksekusi lahan dan kemungkinan adanya dugaan suap, Rabu (9/8/2017).

Puluhan massa sempat menggelar orasi sembari membentang spanduk diluar pagar PN Klas 1A Dumai, yang dijaga ketat aparat kepolisian Polres Dumai. Aksi unjuk rasa warga buntut dari eksekusi lahan kebun sawit belum diketahui pasti apakah masuk dalam wilayah Kelurahan Mekar Sari, Kecamatan Dumai Selatan atau Kelurahan Bagan Besar, Kecamatan Bukit Kapur, Kota Dumai, oleh juru sita pengadilan pada Jumat (4/8/2017) lalu.

Permintaan untuk bertemu langsung dengan ketua pengadilan akhirnya disetujui. Pertemuan berlangsung di ruang utama persidangan, dimana Ketua PN KLas 1A Dumai, Tumpal Sagala SH,MH bersama Humas PN Dumai, Liena SH,MH serta Ketua Panitera, Saad SH bertatap muka langsung dengan warga pemilik lahan yang dieksekusi.

Warga meminta kejelasan atas eksekusi lahan kebun sawit yang diakui adalah milik mereka dan bukan Zainab Siregar, selaku pihak dimenangkan atas permohonan eksekusi oleh PN Dumai. Pertemuan berlangsung hingga pukul 12.45 WIB, namun tidak membawa hasil.

Sihite, salah seorang pemilik lahan menyebutkan dalam pertemuan yang baru saja usai pihak pengadilan tidak memberi jawaban dari pertanyaan mereka. Padahal sebelumnya pemilik lahan diminta bertemu di pengadilan.

"Yang kami mau pengadilan menghentikan eksekusi dan melihat kembali perkara ini. Surat lahan atas nama Sayuti dan Sayuti sudah mengaku hanya menjual lahan seluas 3 hektar kepada Zainab Siregar, bukan 30 hektar. Tapi kenapa surat Zainab yang dimenangkan? ini jelas ada permainan," ujar Sihite.

Dijelaskannya, pada tahun 1983 mereka sudah menanami lahan, lalu Zainab Siregar muncul pada tahun 1993 dan mengaku sebagi pemilik lahan.

"Selain itu, pengadilan memutuskan eksekusi lahan berada di Kelurahan Mekar Sari. Tapi kenapa lahan kami yang diwilayah Kelurahan Bagan Besar dieksekusi. Langkah selanjutnya kami akan berunding dengan pihak keluarga bagaimana selanjutnya," tutur Sihite.(jrn/cn)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar