Jumat, 18 Agustus 2017

KPK di Desak Telusuri Aliran Dana Tersangka M.Nasir di Duga Untuk Kursi Sekda Dumai

Dumai-Pasca pencekalan M.Nasir berangkat naik haji oleh  Komisi Pemberantasan Korupsi, terkait korupsi di Dinas PU Kabupaten Bengkalis, publik bertanya - tanya apakah M.Nasir sanggup mengembalikan kerugian uang negara yang begitu besar puluhan miliar. Kemanakah Aliran Dana M.Nasir ?

Apakah aliran dana M.Nasir " menetes " untuk mengejar Kursi Sekda Dumai ? Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di desak Telusuri Aliran dana M.Nasir, apakah mengalir ketika berlangsungnya Pilkada Dumai 2015 maupun setelah Pilkada Dumai selesai dengan pemenangnya Zulkifli AS-Eko Suharjo.

Menelusuri kilas balik Pilkada Dumai 2015, saat itu Calon Walikota Dumai Zulkifli AS berkeinginan maju dengan satu syarat Calon Wakil Walikota adalah Eko Suharjo.Pertimbangan Zulkifli AS adalah Eko Suharjo cukup di kenal luas di kalangan ,masyarakat Dumai dan mempunyai finansial yang cukup untuk mendukung kebutuhan Pilkada.

Di pertengahan jalan Pilkada, timbul kekawatiran di kalangan kader Partai Demokrat Dumai, di mana finansial dana yang banyak keluar adalah dari calon wakil walikota Eko Suharjo , sementara dari Zulkifli AS saat itu, tidak seberapa dana yang keluar.Kekawatiran tersebut muncul mengingat saat itu ternyata finansial dana Zulkifli AS tidak mencukupi.Sementara di kubu pasangan lain Pilkada Dumai, Finansial Dana Cukup Besar.

Tim Partai Demokrat mengutus Utusan ke Zulkifli AS, agar Zulkifli AS mencari pasangan lain untuk mengganti Eko Suharjo menjadi calon Wakil Walikota.Jawaban yang di berikan Zulkifli AS hanya satu, bahwa dirinya hanya maju jadi calon Walikota dengan Wakilnya Eko Suharjo.Akhirnya, Tim Partai Demokrat meminta Zulkifli AS membuat Perjanjian atau Komitmen di atas kertas.Karena kesepakatan awal adalah pembiayaan Pilkada di tanggung bersama alias fifty-fifty.Saat itu, Pejabat di pemerintahan dan swasta ragu untuk membantu finansial kepada pasangan Zul AS-Eko Suharjo.

Sebulan menjelang pencoblosan, finansial kepada pasangan  Zulkifli AS -Eko Suharjo mengalir, mayoritas  dari simpatisan yang rela  berkorban demi memenangi  pasangan Zulkifli.AS-Eko Suharjo.Informasi yang di dapat, walaupun ketika Pilkada, masih ada hutang piutang, namun saat ini hutang Pilkada tersebut kabarnya telah lunas.

Seperti di ketahui, mantan Kepala Dinas pekerjaan Umum Kabupaten Bengkalis M.Nasir telah di tetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), karena telah merugikan negara Rp. 80 Miliar dalam proyek peningkatan jalan Batu Panjang ke Pangkalan Nyerih melalui proyek Multi Years APBD Bengkalis.

Masyarakat Dumai tersentak ketika di awal pemerintahan Walikota Dumai Drs.H. Zulkifli.AS dan Wakil Walikota Dumai Eko Suharjo, M.Nasir langsung pindah dari pemerintah kabupaten Bengkalis ke pemerintah kota Dumai dengan jabatan Staff ahli.Jabatan Staff ahli ini di berikan mengingat masa jabatan Sekretaris Daerah Kota Dumai yang di jabat Said Mustafa belum berakhir.

Ketika masih menjabat staff ahli pemko Dumai, Komisi Pemberantasan Korupsi pernah melakukan penyelidikan ke dinas pekerjaan umum kabupaten bengkalis terkait korupsi jalan.Artinya di sini , Walikota Dumai Drs.H.Zulkifli AS telah mengetahui bahwa KPK telah memeriksa M.Nasir.Beberapa bulan setelah menjabat Staff Ahli, Walikota Dumai memberi kepercayaan kepada M.Nasir untuk menempati jabatan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pemko Dumai.

Salah satu persyaratan untuk menempati jabatan Sekretaris Daerah adalah telah pernah menjabat eselon 2 sebanyak 3 kali.Kategori persyaratan untuk jabatan sekda Dumai telah terpenuhi oleh M.Nasir, karena pernah menjabat kepala dinas pekerjaan umum Kabupaten Bengkalis, pernah menjabat Staff Ahli Pemko Dumai, dan terakhir jabatan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pemko Dumai.

Dari pemaparan di atas, terlihat ada suatu pemaksaan jabatan yang harus di lalui  agar M.Nasir dapat memenuhi syarat untuk menjabat Sekretaris Daerah Kota Dumai.Pada saat di laksankan Assesment untuk jabatan Sekda Dumai, elemen masyarakat Dumai melakukan penolakan dengan memasang spanduk, agar Walikota Dumai tidak memaksakan  diri menunjuk M.Nasir sebagai Sekda Dumai.(jrn 01)

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar