Kamis, 24 Agustus 2017

Polda Jatim Tembak Mati Warga Dumai Terlibat Narkoba

Dumai- Peristiwa eksekusi mati bandar narkoba  yang ditangkap anggota Polda Jatim ternyata berkaitan dengan sosok perempuan yang lebih dulu ditangkap.
Sebelum menembak JT (33), seorang bandar narkoba   asal Dumai Timur, Riau yang membawa sabu seberat 5 Kg, Direktorat Reserse Narkoba (Diresnarkoba) Polda Jatim  lebih dulu menangkap Yessi (40).
Wanita asal Jakarta ini ditangkap lantaran membawa dan menyimpan sabu seberat 4 Kg di sebuah hoYessi yang merupakan seorang kurir sabu ini, membawa sabu dari Jakarta dengan naik Kereta Api (KA) dan turun di Stasiun Pasar Turi Surabaya, 11 Agustus 2017.
Polisi yang sudah mengendusnya, terus membuntuti Yessi yang memutsukan menginap di hotel yang lokasinya berdekatan dengan hotel tempat penangkapan JT di kawasan Tegaslsari Surabaya.
Saat sudah berada di hotel, akhirnya DisresnarkobaPolda Jatim menggerebek dan melakukan penangkapan Yesi.
Dari tangan Yessi, polisi menemukan sabu seberat 4 Kg yang dibungkus dua plastik dan masing-masing berisi sabu seberat 2 Kg.
Sabu itu dimasukan dalam bantal dan selanjutnya ditaruh dalam tas punggung.Sabu tersebut dibawa Yessi dari Jakarta dan hendak diedarkan ke Jatim dan daerah lainnya.
"Narkoba dibawa melalui jalur darat naik Kereta Api (KA). Pertama kami mengamankan kurir perempuan dan mengamankan 4 Kg sabu. "
"Setelah mengamankan sabu 4 Kg, kami juga menangkap satu pelaku lain (JT) dengan sabu seberat 5 Kg dan pelakunya ditembak mati karena melawan. Jadi barang buktinya ada 9 Kg," jelas Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin di Instalasi Kedokteran Forensik RS Bhayangkara Polda Jatim, Selasa (22/8/2017).tel bujet di pusat kota Surabaya.Macfud Arifin menegaskan, pihaknya berkomitemen memberantas dan melakukan tindakakan tegas terhadap peredaran narkoba  di Jatim.
Lantaran masih banyak pelaku-pelaku kejahatan  narkoba  belum tertangkap.
"Kami tidak segan-segan melakukan tindakan tegas. Kami terus melakukan pengungkapan dan pengembangan jaringan dan peredaran naroba," tegas Macfud Arifin.Ketika Diresnarkoba Polda Jatim  melakukan pengembangan narkoba terangka Yessi, petugas mendapat informasi adanya narkoba  masuk ke Jatim yang berasal dari Jakarta.
Narkoba jenis sabu itu ternyata dibawa JT dengan barang 5 Kg, juga masuk lewat KA.
"Apakah tersangka YS dan JT itu satu jaringan, kami masih mengembangkan. Tapi, melihat asal dan jenis barang sabu sama. Modus yang dipakai juga sama, yakni masuk lewat naik Kereta Api (KA)," sambung Direktur Reserse Narkoba (Direskoba) Polda Jatim , Kombes Pol Gagas Nugraha.(SM)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar