Senin, 21 Agustus 2017

Setahun Kasus Dugaan Penipuan dan Penggelapan Ditangani Polisi Akhirnya Dilimpahkan Ke Jaksa

JurnalRiauNews.com | Dumai - Selama 5 hari dalam penahanan di Mapolres Dumai, tersangka diduga pelaku penipuan dan penggelapan yang mengakibatkan korban mengalami kerugian hingga nyaris Rp1 M, sudah dilimpahkan kepada Kejaksaan negeri (Kejari) Dumai. Dalam waktu dekat sekitar 7 hari usai dilimpahkan, tersangka yang sejak dilaporkan setahun silam masih bebas berkeliaran akan menajalani sidang perdana di |Pengadilan Negeri (PN) Klas 1A Dumai.

Seperti ditegaskan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Keajri Dumai, Agung Nugroho SH kepada jurnalriaunews.com Senin (21/8/2017) bahwa benar pihaknya telah menerima dan menitipkan tersangka inisial TM ke Rumah tahanan negara (Rutan) Klas IIB Dumai, guna menjalani penahanan.

"Iya benar tersangka sudah dilimpahkan ke jaksa. Sekarang tersangka dalam penahanan di Rutan Dumai sebagai tahanan titipan jaksa," kata Agung Nugroho.

Dia menambahkan dalam waktu tidak terlalu lama berkisar seminggu, tersangka akan menjalani sidang perdananya. Sidang perdana digelar di PN Klas 1A Dumai.

"TM kita jerat pasal penggelapan 374 dan pasal 763 kuhp. Maksimal ancaman 4 tahun penjara," kata Agung.

Sementara menurut jaksa muda ini juga atas perbuatan yang dilakukan TM, korban mengalami kerugian cukup besar, kerugian berkisar Rp200 juta lebih.

Ada pun korban, Manto warga Basilam Baru, Kecamatan Sei Sembilan, Kota Dumai, menyatakan ditahannya TM membuktikan hukum sudah mulai berjalan, apalagi kasus tersebut sudah lama dilaporkan dan ditangani Polsek Sungai Sembilan tanpa dilakukan penahanan terhadap tersangka.

"Kita ingin hukum ditegak kan maka kasus ini akan dikawal sampai tuntas. Selain pidana perkara ini juga ada perdatanya dan sudah beberapa kali sidang. Rabu (23/8/2017) sidang agenda saksi," kata Manto.

Terkait jumlah kerugian Manto membenarkan bahwa penyidik cuma menerima sejumlah bukti perbuatan tersangka senilai dua ratus juta rupiah lebih. Sedang bukti lain yang diperlihatkan disarankan agar melalui jalur hukum perdata.

"Bukti yang di polisi segitu nilai kerugiannya. Tapi sebenarnya hampir Rp1 Miliar," ujar Manto.(jrn/cn)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar