Senin, 21 Agustus 2017

Telepon Terakhir dari Nabila untuk Kakeknya sebelum Avanza Tertabrak Kereta Api

Kendal- Suwandi terduduk lemas di bangku di luar kamar jenazah RSI Muhammadiyah Kendal, Minggu (20/8/2017). Perasaan tidak enak yang bergelayut sejak siang terbukti.

Anak dan cucunya tewas setelah mobil Avanza hitam yang mereka tumpangi tersambar kereta Kaligung, Minggu sekitar pukul 12.00 WIB.Masih teringat suara cucunya, Nabila Jakuin, yang meneleponnya 30 menit sebelum kecelakaan  itu terjadi.

"Nabila menelpon saya. Dia bilang, 'Kakek, saya mau main ke rumah kakek!'" tutur Suwandi menirukan sang cucu.Suwandi sempat khawatir saat cucunya tak kunjung datang. Dia mencoba menghubungi anaknya, Lina Retnowati, ibu Nabila, tetapi tak ada jawaban.

"Perasaan saya tidak enak. Saya hubungi mereka, aktif semua tetapi tak ada yang mengangkat. Pukul 12.30, saya hubungi lagi sudah tidak aktif," tuturnya sambil menahan tangis.Hingga kemudian dia menerima kabar mengejutkan dari anaknya yang nomor empat yang menyebutkan, dia baru saja melihat kabar di Facebook bahwa Avanza yang ditumpangi Lina dan Nabila tertabrak kereta.
Suwandi langsung bergegas ke RSI Muhammadiyah Kendal, tempat jenazah cucu dan anaknya disemayamkan.

Menurut dia, keluarga Lina baru saja menetap di Penyangkringan, Weleri, Kendal, pada awal Ramadhan tahun ini.Sebelumnya, mereka tinggal di Kalideres, Jakarta Barat. Mobil yang mereka tumpangi itu menuju ke rumah Suwandi di Kedunggading, Ringinarum, Kendal.Saat melintasi perlintasan kereta tanpa palang di Desa Gebang, Gemuh, Avanza berpelat B998RS itu tersambar Kaligung. Semua penumpang mobil yang berjumlah lima orang meninggal di lokasi kecelakaan.

Mereka masing-masing Muhammad Thamrin (63), Lina Retnowati (36), Nabila Jakuin (13), Mohammad Paris Ramadan (2), dan Revan (8 bulan).Kelima jenazah kemudian dibawa ke rumah kakak pertama Lina di Desa Tejorejo, Ringinarum.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar