Jumat, 11 Agustus 2017

Tersangka Dugaan Korupsi BPBD Dumai Segera Diungkap Dalam Waktu Dekat

Dumai - Jumlah kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Dumai masih menunggu hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Provinsir Riau. Jika proses penyidikan jaksa penyidik Kejaksaan negeri (Kejari) Dumai yang diperkirakan dalam waktu dekat akan rampung, maka perkara korupsi ini akan ditingkatkan ke dalam ranah penuntutan, Sabtu (12/8/2017).

Proses penyidikan jaksa terkait kasus dugaan korupsi dana anggaran siap pakai di BPBD Dumai, masih dalam tahap penyidikan. Seksi Tindak pidana khusus Kejari Dumai dalam kasus ini telah melakukan pemanggilan banyak saksi. Berkisar seratyus lebih saksi sudah diminta keterangan.

Selain itu jaksa penyidik juga telah memanggil saksi ahli dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pusat Jakarta. Korupsi anggaran penanggulangan bencana Kebakaran lahan dan hutan (Karlahut), diprediksi bakal melibatkan banyak orang tersangka. Mengingat jumlah saksi dan tidak cuma anggaran sukarelawan saja yang dimanipulasi. Terkait jumlah tersangka, penyidik kejaksaan belum mau buka mulut.

Penyidik Tindak pidana khusus Kejari Dumai, Andi Bernard Simanjuntak SH,MH, kepada jurnalriaunews.com menjelaskan bahwa proses penyidikan kasus dugaan korupsi tersebut masih berlangsung. Guna dijadikan barang bukti dan memperkuat dakwaan, pihaknya sudah menyita sejumlah dokumen.

"Jumlah kerugian negara belum diketahui pasti berapa jumlahnya. BPK masih mengaudit. Berkas sudah hampir rampung dan setelah rampung maka proses selanjutnya masuk ke ranah penuntutan," ujar Bernard Jumat (11/8/2017).

Bernard juga mengatakan untuk tersangka dan berapa jumlah tersangka belum bisa dipublikasikan. "Nantilah, kita pasti akan ungkap identitas tersangka. Akan kita ekpos pastinya dalam waktu dekat," ujarnya.(jrn/cn)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar