Jumat, 19 Juli 2019

Jangan Tergiur Haji Furoda, PPIH Imbau Masyarakat Berhaji Resmi

Panitia Pelaksana Beribadah Haji atau PPIH Arab Saudi menyarankan warga, supaya tidak tergiur penawaran dari faksi yang tidak bertanggungjawab yang menjanjikan pergi haji dengan gampang dengan cap haji furoda.

Karena, di luar visa haji reguler serta spesial, ada paket visa haji untuk masyarakat Indonesia yang memperoleh undangan dari Pemerintah Arab Saudi.



Kepala Wilayah Kerja Madinah, Akhmad Jauhari memperingatkan, supaya warga tidak gampang yakin dengan iming haji furoda. Karena, haji furoda yang biasa diketahui dengan 'jemaah sandal jepit' tidak memakai visa haji, tetapi visa tenaga musiman, visa usaha, atau visa ziarah yang berlaku cuma 30 hari.

"Kami menyarankan pada warga Indonesia, yang berkemauan untuk berhaji, supaya mendaftarkan dengan sah lewat Kementerian Agama," kata Akhmad di Madinah, Jumat waktu ditempat, 19 Juli 2019.

Dia menjelaskan, bila mendapatkan penawaran, baik dari perorangan, yayasan atau tur travel, supaya pastikan jika tur travel yang memberangkatkan ialah tur travel yang berizin.

"Sebelum pergi, yakinkan visa yang dipakai ialah visa haji bukan visa yang lain, seperti visa ziarah yang cuma mempunyai tenggang waktu cuma 30 hari serta visa pekerja musiman," terangnya.

Jauhari memberikan tambahan, semenjak 2014 yang lalu, Pemerintah Arab Saudi santer lakukan penertiban waktu pucuk haji. Aparat akan lakukan kontrol (sweeping) dengan ketat pada beberapa orang yang akan masuk ke daerah perhajian, Arafah Muzdalifah, serta Mina.

Menurut dia, pada tahun 2014 serta 2015, sudah pernah diketemukan rombongan haji furoda yang berhaji memakai visa usaha. Visanya habis serta tidak dapat diperpanjang, walau sebenarnya proses haji belum dikerjakan.

"Pilihannya ada dua, apa dipulangkan lewat tarhil (detensi imigrasi) atau membayar denda. Jika lewat tarhil, prosedurnya lama sekali, dapat satu tahun atau satu tahun 1/2, tidak ada kejelasan. Jika ingin cepat pulang, bermakna harus bayar denda," jelas Jauhari.

Dia memperjelas, daerah Armuzna cuma dibolehkan buat orang yang mempunyai visa haji, sedang orang yang tidak mempunyai visa haji punya potensi besar untuk tertangkap serta tidak dapat masuk ke Armuza. "Yakinkan, visa yang dipakai untuk masuk ke Arab Saudi ialah visa haji," katanya.

Jauhari menyarankan pada tur travel pelaksana beribadah haji, supaya jemaah haji yang diberangkatkan ke Tanah Suci sepanjang di Arab Saudi, lengkapi jati diri jemaah. Dengan memberikan nama jemaah, nomer paspor, nama tur travel yang memberangkatkan serta kontak person travel yang memberangkatkan. (asp)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar