Senin, 09 September 2019

Selain WhatsApp, Perusahaan Israel Mampu Jebol Apple dan Microsoft

Perusahaan tehnologi berbasiskan di Tel Aviv, Israel, NSO Grup, akui dapat terhubung data ke raksasa tehnologi seperti Apple, Amazon, Facebook, Google sampai Microsoft.

NSO Grup, yang ramai dibicarakan karena piranti mata-mata atau spyware bernama Pegasus ini sukses jebol dengan gampang WhatsApp, ini mengaku bisa tembus pertahanan serta memonitor tiap detik pemakai yang menggunakan piranti dengan service cloud.



Bila sukses dibobol, mereka akan tahu data tempat sasaran sampai pesan yang diarsipkan atau photo. Tidak ayal, dengan beredarnya info itu, jadi pertanyaan untuk semua raksasa tehnologi yang bernaung di Silicon Valley masalah skema keamanan mereka.

Karena, sebagian besar dari mereka mempunyai miliaran data pribadi pemakai, dokumen rahasia perusahaan, dan catatan medis yang sifatnya rahasia. Langsung, NSO Grup langsung menyanggah bila mereka mempromokan alat peretasan atau pengawasan massal untuk service cloud.

Dalam infonya, seperti diambil dari Financial Times, Sabtu, 20 Juli 2019, NSO Grup tetap memperjelas jika piranti lunak atau software-nya cuma di jual pada pemerintah yang bertanggungjawab untuk menolong menahan serangan teroris serta kejahatan tingkat tinggi.

Berdasar laporan dari satu dokumen mengatakan tehnologi baru punya NSO Grup ini dapat menyalin kunci otentikasi service seperti Google Drive, Facebook Messenger serta iCloud.

Ini memberi akses terbuka ke data aplikasi cloud itu tanpa ada 'mendorong verifikasi dua langkah atau e-mail peringatan dari piranti target'. Sesudah piranti sukses dibuka tanpa ada sepengetahuan pemakai, karena itu Pegasus dengan bebas mengambil dokumen penting.

Spesial iPhone, Pegasus dapat menyerang piranti hebat itu lewat cara yang simpel. Cukup beri nomer hp aktif saja karena itu dalam beberapa saat, semua isi smartphone langsung 'telanjang'. Dari mulai WhatsApp, iMessage, Gmail, Yahoo, Viber, Facebook, Telegram sampai Skype.

Bukan hanya itu. NSO dapat juga terhubung mikrofon serta camera di iPhone. Ini jadi peringatan jika piranti lunak atau software peretasan telephone jarak jauh dengan gampang terhubung komunikasi serta data lain dari sasaran.

Di kesempatan terpisah, Amazon akui bila mereka tidak temukan bukti skema keamanannya, terhitung account konsumen setia, sudah diretas oleh software. Tetapi, mereka akan terus menyelidik serta memonitor permasalahan serius ini.

Facebook cuma katakan sedang mengevaluasi skema keamanannya. Mengenai Microsoft menjelaskan tehnologinya terus berkembang untuk memberi perlindungan paling baik pada pelanggannya serta menekan pemakai untuk menggunakan piranti lunak asli.

Sesaat Apple menjelaskan skema operasinya ialah basis komputasi yang paling aman di dunia. Menurut dia beberapa perlengkapan hebat mungkin ada untuk lakukan serangan siber bertarget pada sebagian kecil perangkatnya.

"Kami dengan teratur mengupdate skema operasi serta penataan keamanan. Jadi kami meyakini jika skema kami dapat ditembus oleh siapa juga," demikian info sah Apple. Sedang Google menampik untuk memberi komentar. (ase)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar