Senin, 07 Oktober 2019

Obat Maag Ranitidin Disebut Picu Kanker, Ini Alasan Tak Perlu Cemas Berlebih

Sampai sekarang, periode waktu pemakaian obat maag ranitidin yang tercemar zat kimia N-Nitrosodimethylamine (NDMA) sampai bisa menyebabkan kanker belum didapati dengan tentu. Dokter pakar kanker RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), dr Andhika Rachman, SpPD, KHOM, NDMA, menjelaskan ini sebab bergantung potensi DNA setiap orang.



"Periode waktunya obat itu bisa menyebabkan kanker sampai sekarang belum didapati dengan tentu. Ini balik lagi ke potensi DNA orang itu bisa bertahan dari zat ini.
Jika obat itu dikonsumsi seperlunya, badan bisa sembuh seperti awalnya. Ini bisa berlangsung sebab badan mempunyai potensi bisa memulihkan atau kembalikan kondisi badan dengan harian. Bila ini hari terkontaminasi zat NDMA, esok badan telah bisa sembuh seperti umumnya.

"Pada beberapa orang dengan potensi DNA yang dipunyainya kerja secara baik, bisa kembalikan kondisi badan seperti awalnya. Diluar itu, bergantung pada beberapa bahan kimia apa yang dikonsumsi oleh badan, khususnya pada warga kekinian sekarang, seperi merokok atau makanan olahan," kata dr Andhika.

Tetapi, bila obat memiliki kandungan ranitidin yang tercemar NDMA ini dikonsumsi dengan terus-terusan minimum 3 bulan, peluang akan membuat kesehatan badan terusik. Tetapi keseluruhannya, beberapa dokter belum dapat pastikan berapakah banyak serta lama waktu sampai bisa pacu kanker.

"Tetapi keseluruhannya, tidak ada yang mengetahui berapakah lama serta jumlahnya obat itu bisa menyebabkan kanker pada tubuh kita. Yang pasti, jika dikonsumsi tidak terlalu berlebih masih aman untuk badan sebab akan dipulihkan oleh badan kita," katanya.

Tubuh Pengawas Obat serta Makanan (BPOM) berdasar dengan edaran waktu lalu, pada akhirnya lakukan penarikan obat maag serta asam lambung yang memiliki kandungan ranitidin ini. 5 produk ranitidin yang ditarik dari perdaran yakni Ranitidine Cairan Injeksi 25 mg/mL, Zantac Cairan Injeksi 25 mg/mL, Rinadin Sirup 75 mg/5mL, Indoran Cairan Injeksi 25 mg/mL, serta Ranitidine Cairan Injeksi 25 mg/mL. BPOM menyarankan pada pasien yang masih konsumsi ranitidin supaya konsultasi pada dokter atau apoteker.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar